JAKARTA - Saat seseorang sedang jatuh cinta, mereka akan merasa senang dan bersemangat menjalani hidup. Tahukah Maiders, hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah lho.

Dikutip dari The Great Courses Daily, Senin (5/7/21) saat seseorang jatuh cinta, tubuh mereka akan dipenuhi dengan  phenylethylamine atau PEA.

Phenylethylamine sendiri merupakan neurotransmitter yang mempengaruhi perasaan bergairah ketika mencintai seseorang. Bahan kimia dari phenylethylamine juga terkait dengan amfetamin, dan memberikan efek stimulan pada suasana hati dan energi.

BACA JUGA: Plus Minus Punya Sifat Temperamen Buruk, Apakah Kamu Salah Satunya?

Itulah sebabnya kenapa seseorang yang sedang jatuh cinta mempunyai perasaan yang bersemangat, ceria dan optimis.

Maka tak heran jika seseorang yang mengalami kegagalan dalam percintaan akan mengalami kehancuran emosional dan depresi. Hal ini karena hilangnya efek amfetamin dan stimulan yang dirasakan ketika bersama orang yang dicintainya.

The Conversation, menjelaskan jika manfaat dari phenylethylamine sendiri memicu pelepasan neurotransmitter yaitu dopamin dan norepinefrin yang menimbulkan sistem hasrat ketagihan, yang memiliki efek sama seperti narkotika kokain serta kokain.

Dilansir dari laman Indozone, Senin (5/7/21) efek dopamin sendiri menginduksi perasaan senang yang intens, sedangkan norepinafrin mengakibatkan perasaan gugup ketika bersama orang yang dicintai, menyebabkan efek berkeringat pada telapak tangan, hiperventilasi, dan perasaan lainnya.

Zat Phenylethylamine juga menyebabkan orang jatuh cinta melihat objek yang dicintainya sebagai "mawar" yang menawan. Ini dapat memicu perasaan kagum pada seseorang dan ingin memiliki hingga perasaan-perasaan lainnya yang hanya bisa dirasakan oleh kedua orang yang saling mencintai.