Jakarta –  Hari ASI Sedunia atau yang dikenal juga dengan sebutan World Breastfeeding Week (WBW) diperingati selama tanggal 1-7 Agustus (7 hari). Peringatan Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week (WBW) merupakan cara yang dilakukan WHO dan UNICEF yang bertujuan untuk mendukung, menyusui, serta meningkatkan kesehatan gizi ibu dan bayi di seluruh dunia.

Namun beberapa sumber mengatakan awal mula peringatan Pekan ASI Sedunia ditetapkan pada tahun 1992.Adapun terkait Innocenti Declaration itu merupakan gerakan yang bertujuan unutuk melindungi, mempromosikan, dan mendukung gerakan ibu menyusui.

Baca juga: ASI Bisa Bantu Perangi Virus Corona

Dalam setiap peringatannya, Hari Pekan ASI Sedunia mengusung tema yang berbeda-beda setiap tahunnya. Biasanya tema yang diangkat berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, wanita dan pekerjaan, pendidikan, hak asasi manusia, dan lain-lain.

Perlindungan Menyusui Disaat Pandemi

Dilansir dari situs AIMI-ASI, Pandemi COVID-19 telah membawa implikasi positif dan negatif terhadap menyusui. Di satu sisi, karena adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah, orang tua memiliki waktu untuk berada di rumah dan fokus pada perawatan dan pengasuhan bayi mereka. Tapi disisi lain, terjadi praktek pemisahan ibu dan bayi di berbagai fasilitas kesehatan di berbagai negara karena khawatir terhadap risiko penularan Virus Corona. Dalam pedoman terbaru Kementerian Kesehatan RI, telah disepakati mengenai perawatan ibu dan anak termasuk menyusui yang telah disesuaikan dengan rekomendasi WHO, yaitu tetap melaksanakan IMD serta menyusui tanpa memandang status COVID–19.

Ninik Sukotjo selaku spesialis nutrisi dari UNICEF dalam kesempatan konferensi pers turut menambahkan bahwa “Dalam masa pandemi, perlu dipastikan bahwa semua ibu menyusui dapat terlindungi termasuk untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 dan dapat terus menyusui setelah vaksinasi.  Selain itu, Ibu dengan COVID-19 positif juga perlu didukung untuk dapat menyusui dengan protokol kesehatan, untuk kesehatan ibu dan anak yang optimal.”

Bagaimana jika ibu menyusui terkena virus covid-19?

Bagi Ibu menyusui yang positif COVID-19 dianjurkan untuk tetap menyusui bayinya. Namun, pasti ada rasa cemas proses menyusui dapat menularkan virus ke buah hati. Jadi, kunci dari menyusui yang aman sebenarnya tidak jauh dari protokol kesehatan yang selama ini kita ketahui, Maiders, Seperti:

  1. Cuci tangan terlebih dahulu

Sebelum menyusui Si Kecil atau menyentuh peralatan menyusui, Busui wajib mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun terlebih dahulu. Hal ini dilakukan guna membunuh virus Corona yang mungkin menempel di tangan. Pastikan seluruh bagian tangan Busui tercuci hingga bersih, termasuk pergelangan tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Selain itu, Busui juga perlu membersihkan puting payudara dan berganti pakaian dengan yang baju bersih saat akan menyusui Si Kecil.

  1. Selalu gunakan masker saat menyusui

Ketika menyusui Si Kecil, Busui harus selalu menggunakan masker, meskipun Busui tidak mengalami gejala apa pun. Hal ini untuk mencegah percikan air liur mengenai Si Kecil saat Busui berbicara, batuk, atau bersin. Ada banyak jenis masker yang bisa Busui pakai, mulai dari masker bedah, masker kain, hingga masker N95.

  1. Bersihkan permukaan benda dan peralatan menyusui

Selain kebersihan diri, kebersihan rumah juga tidak boleh diabaikan, ya. Selalu bersihkan rumah dengan disinfektan, khususnya semua permukaan benda yang sering Busui sentuh atau permukaaan benda yang mungkin terkena percikan air liur Busui. Ini berlaku untuk sebelum, ketika, dan sesudah menyusui.

Ketika menyusui, baik langsung dari payudara maupun dengan ASI perah, Busui harus memastikan semua permukaan benda di sekitar tempat menyusui, terutama yang mungkin disentuh Busui dan Si Kecil, sudah didisinfeksi.

Jika memberikan ASI perah melalui dot, Busui wajib membersihkan permukaan dot dan mencuci tangan. Setelah itu barulah dot boleh diberikan kepada Si Kecil. Pastikan juga alat pompa ASI dan peralatan menyusui lainnya juga dalam keadaan bersih, ya.

  1. Pompa ASI atau berikan susu formula jika dirasa tidak sehat

Jika gejala yang muncul karena COVID-19 membuat Busui terlalu lemas atau tidak nyaman untuk menyusui Si Kecil langsung dari payudara, Busui bisa mempompa ASI atau memberikannya susu formula. Ingat, jangan memaksakan untuk menyusui secara langsung jika memang tidak bisa, karena ini demi kebaikan Si Kecil juga. Mintalah ayah atau anggota keluarga lainnya untuk membantu memberikan botol ASI atau susu formula pada Si Kecil.

ASI sendiri merupakan asupan wajib bagi bayi yang baru lahir dalam kurun waktu selama 6 bulan, yang dilanjutkan dengan memberikan makanan pendamping ASI hingga anak berusia 2 tahun. ASI mampu menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak dalam fisik maupun kognitif otak, serta mampu memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Mengingat pentingnya peran ASI, WHO mengimbau bahwa ibu yang terinfeksi COVID-19 masih bisa menyusui bayinya.

*Sumber: Alodokter