Jakarta - Kejuaraan Eropa UEFA atau Euro atau Piala Eropa adalah turnamen sepak bola utama antara tim nasional sepak bola pria di bawah UEFA. Diadakan setiap 4 tahun sejak tahun 1960, pada tahun genap antara Piala Dunia FIFA (habis dibagi 4), yang awalnya disebut Piala Negara-Negara Eropa, namanya berubah ke nama hari ini sejak 1968. Dimulai dengan turnamen tahun 1996, kejuaraan tertentu sering disebut dalam bentuk Euro 2012, dan tahun-tahun lain. Sebelum dapat berlaga di babak final, semua tim selain negara tuan rumah (yang otomatis lolos) bersaing dalam kualifikasi.

Para pemenang kejuaraan mendapatkan kesempatan untuk bersaing di Piala Konfederasi FIFA, yang digelar satu tahun sebelum Piala Dunia, tetapi tidak diwajibkan untuk melakukannya. Tim Nasional (Timnas) Italia memastikan diri menjadi juara Piala Eropa 2020 usai mengalahkan Inggris di final  pada Senin (12/7/2021) dini hari WIB. Kemenangan Italia itu baru dapat dipastikan melalui babak adu penalti karena di waktu normal hingga babak tambahan, kedua tim sama kuat 1-1.

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama

Bermain di Stadion Wembley, London, Italia sejatinya bermain baik di menit awal pertandingan final Piala Eropa 2020 tersebut. Namun, Inggris yang mengawali serangan balik setelah sepak pojok Italia langsung bisa membuat gawang Gli Azzurri bergetar. Berawal dari Kieran Tripper yang memberikan umpan kepada Shaw yang berada di sisi kanan pertahanan Inggris, bola langsung dilepaskan pemain Manchester United itu dengan melewati sisi sempit dari tiang dekat Gianluigi Donnarumma.

Gara-gara gol Shaw itulah untuk saat ini Inggris unggul 1-0 atas Italia. Menariknya, apa yang dilakukan Shaw itu menjadi gol tercepat dalam sejarah final Piala Eropa 2020. Jadi, tak heran jika Shaw merasa senang, terutama karena ia berhasil membuat Inggris unggul atas Italia di babak pertama.

Setelah gol Shaw itu, Inggris kembali terus menekan Italia. Bisa dikatakan 30 menit pertama menjadi milik The Three Lions. Laga babak pertama pun berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Inggris atas Italia.

Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Italia masih menjadi tim yang paling mendapatkan peluang menyerang ketimbang Inggris. Melalui Federico Chiesa, sejumlah tendangan hampir saja membuat Italia menyamakan kedudukan. Untungnya Inggris memiliki kiper andal, yakni Pickford yang beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang, terutama dari ancaman Chiesa. Inggris yang semakin digempur membuat pertahanan mereka pada akhirnya jebol juga.

Babak Adu Penalti

Italia-Inggris

Domencio Berardi (O) Harry Kane (O)

Andrea Belotti (X)  Harry Maguire (O)

Leonardo Bonucci (O)  Marcus Rashford (X)

Federico Bernardeschi (O)  Jadon Sancho (X)

Jorginho (X)  Bukayo Saka (X)

Berikut Susunan Pemain

Italia XI (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Giovanni Di Lorenzo, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Emerson Palmieri (Alessandro Florenzi 118’); Nicolo Barella (Bryan Cristane 54’), Jorginho, Marco Verratti (Manuel Locatello 96’); Federico Chiesa (Federico Bernardeschi 86’), Ciro Immobile (Domenico Berardi 55’), Lorenzo Insigne.

Cadangan: Sirigu, Meret, Locatelli, Belotti, Berardi, Pessina, Acerbi, Cristante, Bernardeschi, Bastoni, Florenzi, Toloi.

Pelatih: Roberto Mancini

Inggris (3-4-3): Jordan Pickford; Kyle Walker (Jadon Sancho 120’), Harry Maguire, John Stones; Kieran Trippier (Bukayo Saka 71’), Kalvin Phillips, Declan Rice (Jordan Henderson 74’), Luke Shaw; Mason Mount (Jack Grealish 99’), Harry Kane, Raheem Sterling.

Cadangan: Ramsdale, Johnstone, Grealish, Henderson, Rashford, Mings, Coady, Sancho, Calvert-Lewin, James, Saka, Bellingham.

Pelatih: Gareth Southgate.

Ini merupakan gelar Piala Eropa pertama bagi Italia sejak 1968. Mereka mengakhiri penantian selama 53 tahun yang diwarnai dua kali kekalahan di laga final. Sebelumnya, Italia gagal menjadi juara usai tumbang di final pada Piala Eropa 2000 dan 2012. Mereka kalah di final dari Prancis 1-2 di Euro 2000 dan tumbang 0-4 dari Spanyol di Euro 2012.

Sementara untuk Inggris, kekalahan atas Italia membuat mereka mengubur mimpi meraih trofi Piala Eropa perdana sepanjang sejarah. Inggris juga masih harus melanjutkan puasa gelar di turnamen besar yang telah berlangsung selama 55 tahun sejak menjuarai Piala Dunia 1966.

*Sumber: Wikipedia & Eufa.com