Jakarta - Chemistry merupakan ketertarikan emosi, pikiran,dan gairah terhadap seseorang. Ketika kita ingin memeluk atau selalu ingin bersama dengan pasangan, tentu ini menunjukkan kalau ada gairah di dalam hubungan tersebut. Chemistry bukan hanya dari pasangan kekasih, melainkan saat kita menjalankan pertemanan atau baru mengenal orang baru, pastinya chemistry itu selalu ada. Seringkali chemistry dipahami sebagai rasa percaya, rasa hormat, saling pengertian, dan memiliki keterikatan lebih sekedar seks.

Menurut pakar, terdapat beberapa faktor yang mampu menguatkan ikatan kimiawi dengan seseorang. Dikutip dari laman orami.com, bahwa komponen paling penting dalam sebuah chemistry adalah komunikasi. Ketika dua orang mengalami hubungan yang dalam, komunikasi akan terasa sangat terbuka dan Moms akan merasa seolah-olah sudah lama mengenal orang lain dengan sangat cepat.

Hal ini sering disebut sebagai kecocokan dalam hal frekuensi yang sama. Segala sesuatu di alam semesta bergerak dan bergetar pada frekuensi yang berbeda. Segala sesuatu memiliki frekuensi getarannya sendiri, termasuk perasaan. Biasanya, perasaan seseorang akan tumbuh saat Moms bertemu dengan seseorang dengan pemikiran yang sama.

Penelitian tersebut juga menyebutkan mengenai peran chemistry dalam sebuah hubungan. Salah satu variabel yang dianggap penting adalah teori penetrasi sosial yang mengatakan individu cenderung membahas beragam topik di awal suatu hubungan. Diskusi awal ini mengungkapkan lebih banyak informasi pribadi.

Meskipun terbuka mengenai diri sendiri baik untuk pengembangan hubungan, mengungkapkan terlalu banyak bukanlah strategi yang baik. Dengan menyeimbangkan antara keterbukaan diri dan privasi, hubungan persahabatan maupun romantis tetap terjaga.

Salah satu faktor penting dalam hubungan romantis adalah chemistry seksual. Banyak peserta penelitian menggambarkan daya tarik seksual yang kuat sebagai dasar hubungan romantis mereka.  Anehnya hal ini juga ditunjukan pada hubungan persahabatan namun dengan tingkat yang lebih rendah.

Secara keseluruhan, komponen inti dari persahabatan dan hubungan romantis adalah tidak menghakimi, memiliki kesamaan, saling tertarik, percaya, dan komunikasi yang lancar. Meskipun chemistry dalam hubungan romantis itu penting, tapi hanya penting di awal hubungan saja.

Chemistry adalah pembuka pintu sebuah hubungan, tapi yang Anda lakukan dengannya setelah itu yang menentukan langgengnya hubungan. Agar hubungan berkembang melampaui ketertarikan awal yang intens, dibutuhkan juga kepercayaan dan komitmen. Kepercayaan adalah mengetahui pasangan Anda ada dan dapat diandalkan.

Sedangkan komitmen adalah mengetahui tidak ada orang lain yang lebih Anda sukai dan sebaliknya. Dikutip dari laman voi.id, meski definisi chemistry itu abstrak, tetapi pasangan langgeng memiliki empat faktor yaitu:

  1. Ketertarikan fisik

Berhubungan dengan sesuatu di luar diri tentu membutuhkan persepsi indera sebelum lahir benih-benih chemistry. Ketertarikan pada aspek fisik dapat berubah sepanjang waktu. ketertarikan pada seseorang dapat dipengaruhi oleh aroma, cara bicara, dan kemiripan genetik dengan orang terdekat.

  1. Ketertarikan emosional

Kimberly Seltzer, seorang terapis hubungan di Elite Image Makeovers mengatakan bahwa seseorang mungkin bisa terlihat menarik tapi tidak semua melahirkan ‘percikan’ atau rasa click, cocok. Ketertarikan emosional ini tidak akan pernah lepas dari saling berinteraksi, bertukar cerita, memberikan perhatian kecil.

  1. Kecocokan intelektual

Ini mirip dengan ketertarikan fisik, seseorang yang memiliki selera humor agak intelek akan cocok dengan pasangan yang dapat menyamai kecerdasannya.

  1. Kecocokan spiritual

Pasangan yang memiliki kecocokan spiritual misalnya, memiliki cara hidup dan gaya hidup yang sama cenderung lebih mudah membangun chemistry. Beberapa orang mungkin terikat pandangan konvensional dan memasukkan agama dalam kategori ini. Tetapi sebenarnya lebih dari itu sebab kebutuhan membangun kecocokan spiritual ini akan berkembang sepanjang waktu.

Menjalin hubungan dengan seseorang, baik percintaan atau pertemanan memang membutuhkan proses yang cukup panjang. Tidak hanya kita perlu mengenal segala kebaikan seseorang, tetapi kita juga perlu memahami kelemahan seseorang tersebut. Selain itu, hubungan apapun itu juga membutuhkan kecocokan atau chemistry yang kuat. Bener banget nggak nih, Maiders?

Kalau Maiders sendiri, saat ini sedang membangun chemistry dengan siapa nih?

*Sumber: Void.id