Jakarta - Pernah punya pengalaman beli kosmetik atau skin care atau parfum yang hampir kadaluarsa? Setiap jenis kosmetik biasanya dilengkapi oleh tanggal kadaluarsa. Para pengguna kosmetik tidak disarankan untuk menggunakan kosmetik setelah masa kadaluarsanya berakhir.  Pada umumnya kita bisa memperkirakan berapa lama suatu produk akan kadaluarsa, termasuk makeup.

Tapi kalau Maiders belum begitu paham tentang jangka waktu tersebut, kami punya contekannya untukmu. Makeup berjenis bubuk seperti bedak dan eyeshadow memiliki daya tahan selama kurang lebih dua tahun. Sementara untuk yang jenisnya krim, hanya dapat bertahan selama kurang lebih 12 - 18 bulan saja.

Makeup berjenis lipstik, lip balm, lip gloss dan sejenisnya, sebaiknya tidak disimpan lebih dari 1 - 2 tahun setelah dipakai. Maskara memiliki daya tahan selama kurang lebih 3 - 4 bulan, sedangkan untuk eyeliner, tergantung dengan kualitas dan mereknya, bisa bertahan selama tiga bulan saja, atau maksimum setahun.

Selain mengetahui berapa lama makeup yang kamu miliki akan kadaluarsa, penting juga untuk mengetahui cara merawat peralatan makeup-mu, karena bekas-bekas makeup yang menempel dan tidak dibersihkan, dapat mengurangi kualitas makeup yang masih berada dalam wadah ketika bersentuhan. Kuas makeup sebaiknya dibersihkan setiap satu minggu sekali dengan cara mencucinya menggunakan detergen, sementara untuk spons, gantilah dengan yang baru setiap satu minggu.

Kenali ciri makeup kadaluarsa

Sama halnya dengan makanan, pada umumnya makeup yang telah kadaluarsa akan memiliki bau yang tidak sedap, atau terjadi perubahan aroma dari wangi asli ketika pertama kali kamu membelinya. Cara lain untuk mengenali ciri-ciri makeup kadaluarsa adalah dengan melihat warnanya. Bila terjadi perubahan warna, ini berarti, makeup tersebut harus diganti dengan yang baru.

Efek buruk penggunaan makeup kadaluarsa

Penggunaan makeup kadaluarsa dapat menimbulkan iritasi pada kulit, apalagi kalau kulimu tergolong sensitif. Pada beberapa kasus, menggunakan eyeliner yang sudah kadaluarsa dapat menyebabkan peradangan hingga bengkak pada kulit di sekitar mata. Begitu pula dengan lipstik kadaluarsa, yang dapat membuat bibir menjadi kering, iritasi hingga melepuh.

Makeup wajah seperti bedak, foundation, blush on yang telah kadaluarsa, dapat menyebabkan timbulnya jamur pada kulit wajah. Hal ini juga dapat mengarah pada iritasi hingga kanker kulit. Hiii, seram kan? Makanya selalu ingat-ingat sudah berapa lama makeup diatas meja riasmu itu kamu miliki ya, Maiders.

Manfaat Lain Makeup Kadaluarsa

Makeup sudah terlalu lama dan akan kamu buang, padahal masih banyak isinya? Eits, tunggu dulu! Kamu bisa memanfaatkan kosmetik yang telah kadaluarsa tersebut untuk hal-hal lain. Berikut beberapa manfaat lain dari makeup yang telah kadaluarsa.

  1. Lipstik

Lipstik yang telah kadaluarsa bisa dimanfaatkan sebagai spidol. Kamu bisa menggunakannya sebagai penanda pada cermin, perabot kayu, maupun tembok. Kalau kamu suka menjahit, lipstik yang tidak terpakai bisa kamu ubah fungsinya sebagai penanda pada kain yang akan dipotong atau dijahit.

  1. Eyeshadow

Eyeshadow yang telah kadaluarsa dapat kamu manfaatkan sebagai kuteks untuk kuku jari tangan atau kaki. Cara membuatnya cukup mudah, kamu tinggal mencampurkan eyeshadow dengan kuteks bening hingga merata dan gunakan pada kuku.

  1. Bedak

Bedak atau berbagai macam kosmetik lain yang berbentuk tabur, dapat dimanfaatkan sebagai cat untuk kerajinan tangan. Cara membuatnya juga cukup mudah, hancurkan bedak hingga halus dan campur dengan alkohol. Setelah tercampur rata, gunakan pada kuas untuk mulai melukis pada hasil kerajinan tangan atau kain kanvas. Mudah bukan?

  1. Parfum

Nah, parfum dapat dimanfaatkan sebagai pewangi ruangan, kamar mandi atau mobil. Cara lain lagi, kamu bisa usapkan kain yang sebelumnya telah kamu semprotkan cairan parfum ke meja, kipas angin atau perabot lainnya untuk menebarkan aroma wanginya.

  1. Shampoo

Mungkin saja di antara kamu ada yang dapat hadiah shampoo, tetapi karena tidak cocok dengan rambutmu, akhirnya hanya kamu simpan saja hingga kadaluarsa. Kamu dapat memanfaatkan sebagai sabun cuci pakaian. Shampoo mempunyai daya pembersih yang lebih ringan daripada detergen, sehinga bisa dimanfaatkan sebagai sabun pencuci pakaian berbahan wol atau cashmere.

Kamu juga bisa menggunakan untuk mencuci pakaian dalam untuk hasil yang lebih lembut dan tidak mudah rusak. Tapi, perlu diperhatikan untuk membilasnya hingga sisa shampoo benar-benar hilang ya. Sisa shampoo yang menempel pada pakaian dalam akan membuatnya lembab sehingga dapat menyebabkan tumbuhnya jamur pada kulit, gatal-gatal dan perih.

  1. Toner Wajah

Toner wajah mengandung alkohol dan bisa kamu manfaatkan sebagai pembersih furniture atau perabot rumah tangga lainnya. Selain itu, kamu juga dapat menggunakannya sebagai pembersih tas, jaket dan sepatu berbahan kulit. Khusus untuk bahan kulit, pastikan dulu bahwa toner yang kamu gunakan tidak mengandung formula untuk memutihkan wajah, ya. Karena toner jenis ini akan merusak bahan kulit.

Menggunakan kosmetik kadaluarsa tentu akan membahayakan kesehatan kulit, mulai dari gatal, iritasi, infeksi, hingga kanker kulit. Jadi untuk mempermudahkan bagaimana cara melihat kosmetik yang kita miliki kadaruasa atau tidak, kamu bisa pastikan cek keterangan produk yang sudah dicetak di setiap kemasannya.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Maiders.

*Sumber: priceza